Februari
(09/14) UPI Kampus Tasikmalaya menggelar acara launching antologi cerpen, penyusunan
buku antologi ini di prakarsai oleh anak-anak tinta dari UKM Aksara. Buku
antologi cerpen yang berjudul ‘’Pelangi Selepas Gerimis’’ ini akhirnya terbit
juga setelah lama melewati beberapa proses. Mulai dari proses editing hingga
penerbitan.
Bertempat
di Aula UPI Kampus Tasikmalaya acara launching buku antologi cerpen ini sukses
di gelar. Para peserta yang menghadiri tidak hanya para mahasiswa dan jajaran
dosen UPI Kampus Tasikmalaya saja, namun di hadiri oleh tokoh-tokoh sastra, beberapa
institut lain bahkan hingga luar daerah. Hadirnya para tamu dan peserta dari
berbagai lapisan menyambut hangat peluncuran antologi cerpen pelangi selepas
gerimis.
Pengisi
acara yang menjadi apresiator adalah Irvan Mulyadie. Seorang penulis yang
karyanya tidak di ragukan lagi. Irvan Mulyadie telah menuliskan beberapa buku
antologi dan cerpen, puisi, dan artikelnya di muat di beberapa surat kabar dan
majalah, baik lokal maupun nasional. Beliau juga aktif di beberapa organisasi
dan komunitas terkait kesusastraan dan kesenian. Selain itu di meriahkan pula
oleh musikalisasi puisi dari UKM Aksara, puisi yang di musikalisasi salah
satunya adalah ‘’Aku ingin mencintaimu dengan sederhana’’ karya Sapardji Djoko
Darmono.
‘’Menulis
adalah salah satu kegiatan berbahasa manusia, Sebagai bukti manusia tidak lagi
berada di zaman pra sejarah yang notabene belum memahami tulisan. Pun Sastra
adalah tulisan indah yang indah,dengan sastra rasa manusia terasah semakin
peka. Maka menulis sastra adalah aktivitas yang bisa menumbuhkan kepekaan
manusia sebagai makhluk social,’’ begitu ungkap Via Fitriani selaku Ketua Pelaksana
dari acara launching buku antologi pelangi selepas gerimis.
Dalam
acara launching antologi pelangi selepas gerimis pun di bahas mengenai
kepenulisan. Tentang bagaimana cara mengakhiri sebuah cerita, penokohan, sampai
penulisan dan pengemasan cerita yang unik dan menarik tetapi sesuai dengan
kaidahnya.
Harapan
untuk kedepannya, mahasiswa sebagai agen
of change dapat mencetak lebih banyak lagi karya dengan kualitas yang tidak
kalah dengan para penulis profesional maupun mega best seller.
(Annisa
Anita Dewi)
sumber: http://annisaanita.blogspot.com/
nice posting teteh :D
BalasHapus