Ada sesuatu yang terasa aneh saat itu, entah apa. Tapi yang
jelas, itu membuat hujan tadi malam semakin deras. Membasahi setiap insan yang
tidak bernaung di bawah apapun. Menutupi kesedihannya, dan membuat mereka
bersalah dalam kebahagiaannya.
Hujan tadi malam membasahi raga ini. Raga yang mulai lelah
dengan segala aktifitasnya. Raga yang mulai bosan dengan semua kepura-puraannya
dibalik tabir kenistaan yang fana.
Aku dan hujan tadi malam sangat dekat dan akrab
bercengkrama. Bahkan, lebih akrab dari kucing yang saling suka dan lebih dekat
dari batu dan tanah yang basah.
Aku dan hujan tadi malam mulai berbagi cerita, seperti
seorang anak kecil yang merengek pada Ibunya. Memintanya untuk menjadi cahaya
yang membuat tubuhnya terasa hangat dalam hujan tadi malam.
Aku dan hujan tadi malam menangis bersama, mengingat
kesedihan yang menyapa hati ini. Sepertinya hujan mengerti dan sangat paham.
Dia menurunkan tetesan demi tetesan airnya untuk menemani air mata yang
kesepian di tengah jalan.
Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan, tapi entah dari
mana aku harus memulainya.
Menapaki setiap jejak yang telah terukir bersama pena.
Menyusuri setiap alur kehidupan yang tidak lagi aku harapkan.
Sepertinya diri ini mulai bosan!
Maaf hujan, aku tidak bermaksud membuatmu sedih malam ini.
Hanya saja, hati ini sedang merindukanmu.
Merindukan Pemilik dan Penciptamu,, lebih dari kerinduan
seorang kekasih pada pujaan hatinya.
Saat hati ini terasa gundah, Dialah yang membuatnya tak
mampu untuk mengalah oleh masalah..
saat hati ini merasakan benci yang sangat dalam, Dialah yang
membuat ikhlas tertanam..
saat hati ini merasa sendiri, Dialah yang selalu hadir
menemani..
dan saat hati ini tak mampu lagi memaafkan, Dialah yang akan
membuatku memaafkan walau terkadang harus dipaksakan.
Aku lebih beruntung dari mereka yang setiap hari menjadi
sahabatmu, hujan. Menjadi teman setiamu dalam segala aktifitasnya. Bahkan
menjadi seperti sungai yang akan selalu menghampiri muaranya, walaupun dia tak
mau.
Maaf langit, aku tidak bermaksud membuatmu cemburu karena
hujan yang menemani kesedihanku malam ini. Hanya saja saat itu kau sedang
tertidur bersama gelapnya malam tanpa rembulan.
Melalui perantaramu, hujan turun bertanda kasih sayangNya
pada seluruh makhlukNya. Bukan hanya untukku yang sedang bersedih malam ini,
tapi untuk segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.
Terima kasih Pemilik Langit dan Hujan,, atas langit yang
telah Kau ciptakan dengan 'arsitektur' yang luar biasa, dan hujan yang Kau
turunkan malam ini bersama limpahan kasih sayangMu pada tumbuhan yang
kekeringan, hewan yang kehausan, manusia dalam kesedihan, dan pada segala
sesuatu yang telah Kau ciptakan.
Semoga hati ini tetap di jalan cintaMu.. Amin
Buah karya Fida Amatillah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar